Spotify (SPOT)

Sejarah Perusahaan

Spotify adalah perusahaan streaming musik yang didirikan pada tahun 2006 di Stockholm, Swedia, oleh Daniel Ek dan Martin Lorentzon. Ek merupakan CEO perusahaan saat ini. Sebagai salah satu platform streaming asli, Spotify membantu merintis platform berbagi musik secara “freemium”. Model bisnis ini menggunakan ketersediaan konten gratis di internet sebagai titik penjualan utamanya. Layanan dasarnya gratis, sedangkan versi premium dapat ditambahkan kemudian.

Meskipun menghadapi permusuhan dengan beberapa artis rekaman, Spotify telah menunjukkan dirinya tangguh dan sangat sukses. Alih-alih membayar untuk setiap pembelian produk, Spotify membayar royalti kepada artis setiap kali musik mereka diputar. Meskipun pembayaran per pemutaran mungkin rendah, volume streaming saja memberikan penghasilan konstan kepada artis.

Meskipun Spotify jarang menghasilkan laba, Spotify bertahan menjadi cukup kuat untuk diluncurkan di NYSE pada bulan April 2018. Spotify telah meluncurkan inisiatif untuk bekerja sama dengan artis dan label musik dalam upaya untuk tampil lebih ramah artis. Keberhasilan relatif ini memberikan saham tersebut dorongan selama musim panas, tetapi sejak saat itu menurun.

Perdagangan Spotify: Hal Yang Perlu Anda Ketahui

  • Spotify memiliki pembukaan yang kuat di NYSE pada tanggal 3 April 2018, dengan harga saham mulai dari $165,90. Bursa telah menetapkan harga rujukan sebesar $132, berdasarkan perhitungan ekuitas sebesar $29,5 Miliar. Harga ini segera naik nilainya sebesar 25%.
  • Pada tanggal 3 Januari 2019, harga saham Spotify di NYSE adalah $117,17.
  • Indeks pasar teknologi NASDAQ untuk Spotify dimulai dari $149. Pada tanggal 2 Januari 2019, harganya sebesar $113,74. Saham Spotify di NASDAQ memuncak seharga lebih dari $190 pada bulan Juli/Agustus 2018, tetapi telah mengalami penurunan bertahap sejak bulan Oktober.
  • Pada bulan Januari 2019, Spotify memiliki 200 juta pengguna aktif per bulan, dan 87 juta pelanggan.
  • Spotify telah mengembangkan aplikasi untuk digunakan di semua perangkat pintar, termasuk Windows, MacOS, Linux OS, Android, iOS, dan Windows Phone. Spotify juga memiliki sistem Spotify Connect sendiri, yang memungkinkan pengguna mengakses musik melalui Spotify dan memainkannya di berbagai perangkat keras, dari pengeras suara mobil hingga jam tangan pintar
  • Pada bulan November 2018, Spotify terhubung dengan Google Home untuk menyediakan layanannya melalui teknologi pengenalan suara Google. Hal ini diharapkan memberikan dorongan pada profil perusahaan streaming.
  • Saran untuk kesuksesan mendatang Spotify termasuk membuat label rekaman dan perangkat kerasnya sendiri. Spotify menghadapi persaingan ketat dari Apple dan Amazon dalam hal musik yang dapat diakses untuk diputar di perangkat tertentu. Kemitraannya dengan Google Home merupakan langkah positif, tetapi harga saham belum menunjukkan keuntungan apa pun.

Siapa pun yang ingin memperdagangkan saham Spotify harus menganalisis riwayat saham dan kondisi pasar sebelum melakukan perdagangan.

Berdagang SPOT